
Kalitidu, 29 Januari 2026—Seluruh tenaga pendidik dan kependidikan SMAN 1 Kalitidu Bojonegoro berkumpul di kantor ruang guru untuk mendapatkan pengarahan dan pembinaan oleh Pengawas Pembina SMA Cabang Dinas Pendidikan di wilayah Bojonegoro, yakni Ibu Ida Mintarina, M.Pd. Kegiatan ini diawali dengan bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan berdoa dengan dipimpin oleh Bapak Khoirul Umam, M.Pd. pada pukul 09.00 WIB.
Kegiatan dilanjut dengan sambutan dari Kepala SMAN 1 Kalitidu Bojonegoro, Ibu Ninis Aris Wibawati, S.Pd., M.Pd. Beliau menyampaikan harapannya kepada seluruh tenaga pendidik dan kependidikan supaya selalu bisa memberikan pelayanan terbaik kepada siswa, sehingga mutu dan kualitas pendidikan sekolah meningkat. Beliau juga menyampaikan rasa bangganya karena keberhasilan sekolah dalam program SRC (School Religious Culture), yakni menjadi sekolah role model dan meraih juara 3 tingkat provinsi. Beliau berharap program ini bisa dipertahankan dan terus berjalan seiring dengan pengupayaan sekolah dalam meraih gelar Sekolah Adiwiyata Mandiri. Terakhir, beliau mengajak seluruh tenaga pendidik dan kependidikan untuk selalu semangat dalam membangun karakter siswa supaya bisa lebih disiplin dan mandiri.
Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan inti yaitu pengarahan dan pembinaan oleh Ibu Ida Mintarina, M.Pd. selaku Pengawas Pembina SMA Cabang Dinas Pendidikan di wilayah Bojonegoro. Pertama, beliau mengajak seluruh tenaga pendidik dan kependidikan SMAN 1 Kalitidu Bojonegoro untuk selalu memenuhi permintaan Kemendikdasmen terutama dalam hal KSP (Kurikulum Satuan Pendidikan), seperti pelaksanaan IHT (In House Training) tentang pembelajaran mendalam di satuan pendidikan juga sosialisasi tentang sekolah aman, nyaman, dan menyenangkan sesuai Permendikdasmen No. 6 Tahun 2026. Beliau menjelaskan secara rinci bagaimana kriteria sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan serta memberikan contoh-contoh kasus permasalahan dan cara menyelesaikannya. Sebagai pengawas pembina, beliau juga berharap ada peningkatan prestasi sekolah di bidang lomba OSN (Olimpiade Sains Nasional). Selanjutnya, beliau mengajak seluruh tenaga pendidik dan kependidikan bernyanyi lagu “Rukun Sesama Teman” kemudian dilanjutkan dengan coffee break selama 15 menit.
Setelah coffee break, kegiatan dilanjutkan dengan pengimbasan hasil pelatihan pembelajaran mendalam oleh Ibu Efha Listiana Dewi, M.Pd. Beliau memaparkan rumus atau konsep 8334 dalam pembelajaran mendalam yang meliputi: delapan dimensi profil lulusan (beriman dan bertakwa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi), tiga prinsip pembelajaran (berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan), tiga pengalaman belajar (memahami, menerapkan, dan merefleksi), serta empat kerangka/pilar (praktik pedagogis, lingkungan belajar, kemitraan pembelajaran, dan pemanfaatan digital). Setelah itu, beliau membedah satu per satu unsur dalam PPM (Perencanaan Pembelajaran Mendalam) hingga tuntas.
Mikrofon kembali berpindah ke tangan Ibu Ida Mintarina, M.Pd. Beliau menjelaskan bagaimana regulasi pengusulan dan penerimaan program-program bantuan dana dari pemerintah untuk sekolah seperti DAK (Dana Alokasi khusus), BOS Kinerja, dan Revitalisasi. Beliau lalu mengajak seluruh tenaga pendidik dan kependidikan untuk bersama-sama membuat sekolah lebih hidup, dengan berusaha secara optimal memberikan hal-hal yang holistik dalam proses pembelajaran (berdiferensiasi), memenuhi setiap kebutuhan siswa yang beragam.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan oleh Bapak Krismar Wulanda, M.Kom. selaku Waka Kurikulum dan Guru Teknologi Informasi dan Komunikasi tentang cara prompting yang tepat dalam penggunaan AI untuk memudahkan pekerjaan, terutama dalam pembuatan PPM (Perencanaan Pembelajaran Mendalam) dan PPT pembelajaran. Beliau menegaskan bahwa prompt haruslah lengkap, rinci, dan ditambah berkas pendukung supaya hasilnya bisa sesuai harapan. Terakhir, beliau mempraktikkan secara langsung bagaimana membuat PPM dengan menggunakan ChatGPT (chatgpt.com) serta PPT pembelajaran dengan menggunakan Gamma (gamma.app) sehingga dapat memudahkan pemahaman seluruh tenaga pendidik dan kependidikan. “AI tidak akan bisa menggantikan manusia sepenuhnya, namun bisa meringankan pekerjaannya. Hasil akhirnya tetap bergantung pada koreksi dari Bapak dan Ibu semua.” Pungkas beliau. Kegiatan lalu diselingi dengan bernyanyi (karaoke) bersama yang dipimpin oleh Ibu Novia Mahardini, S.Pd.
Mikrofon kembali berpindah ke tangan Ibu Ida Mintarina, M.Pd. beliau mengatakan, apabila ada masalah terkait jam pelajaran, bisa segera dikonsultasikan dengan pihak Cabang Dinas Pendidikan wilayah Bojonegoro supaya dapat dicarikan solusi. “Kami berupaya semaksimal mungkin supaya para guru tetap mendapatkan haknya.” Ujar beliau sebelum memberikan penugasan pembuatan PPM (Perencanaan Pembelajaran Mendalam) sesuai dengan apa yang telah dipaparkan. Kegiatan lalu ditutup dengan bernyanyi (karaoke) bersama yang dipimpin oleh Ibu Indrawati, M.Pd. pada pukul 11.30 WIB.
Penulis: M. Habib Syafa’at, S.Pd.












